Jalan-jalan ke kota Bekasi, hanya untuk menonton Sheila on 7 di suatu mall di Bekasi, gw rela macet-macetan dan muter-muter mencari parkiran mobil dan akhirnya bisa mendapatkan parkiran di pojokan lahan parkir yang gelap. Perjuangan belum usai, karena gw harus berjibaku bergerak masuk ke titik konser itu berada, gw harus berada didekat panggung yang mungkin gak cuma gw saja yang menginginkan posisi itu dan akhirnya bisa dapat dekat dengan panggung dimana nanti mas Duta CS bermain musik. perjuangan belum usai karena jadwalnya ngaret dan gw harus berdiri dengan tatapan kosong melihat panggung berharap mas Duta cepat naik ke panggung sesuai jadwal, namun harus rela sejam berdiri bersama waktu ngaretnya jadwal pertunjukan.
Semua itu terbayarkan dengan hadirnya Sheila On 7 ke atas panggung, walaupun gw sendiri harus terpisah sama kawan-kawan yang entah dimana dan kemana saat itu berada. belum lagi ada beberapa penonton yang jingkrak-jingkrak seperti berada didunianya sendiri tanpa sadar ada wanita yang butuh oksigen. tapi itu semua demi Sheila on 7 dan tentunya gratis...
Rabu, 22 Oktober 2014
Kamis, 27 Februari 2014
Sate Lilit Khas Bali
Makanan kesukaan gw kalau ke pulau Bali adalah Sate lilit, sebenarnya bukan yang menjadi favorit sih tapi entahlah kalau ke Bali rasanya gak puas kalau belum makan sate ini. Sate lilit yang menurut gw lumayan enak ada didaerah kintamani, jadi ada resto yang bisa melihat ke gunung bundar dan mereka menyediakan menu sate lilit kebetulan juga pemiliknya sahabat temen gw sehingga jadilah gw diberikan gratis, mungkin itu yang membuat rasa satenya enak ya.
di Jakarta sih banyak yang jual, tapi buat yang muslim harus hati-hati karena ada yang nyampurin sate ini dengan babi lho, kalau gw sih cuek aja hahaahaha yang penting enak.. ya ampun parah... hikhikhikhik bahan dari sate lilit khas Bali ini biasanya ikan segar dengan beberapa bumbu khas bali dan ada parutan kelapanya, rasanya gurih2 manis gitu deh. dimakan langsung sebagai snack dengan cocolan sambal atau bareng si nasi biar makin kompak di perut. sebenarnya makanan khas kadang bisa dibilang enak dan tidak karena sambal pelengkapnya lho, dulu gw pernah ke palembang dan rasa pempeknya hampir sama enak semua walau beda merk dan nama tapi dari segi cuka nya lah yang memang menjadi pembeda.
di Jakarta sih banyak yang jual, tapi buat yang muslim harus hati-hati karena ada yang nyampurin sate ini dengan babi lho, kalau gw sih cuek aja hahaahaha yang penting enak.. ya ampun parah... hikhikhikhik bahan dari sate lilit khas Bali ini biasanya ikan segar dengan beberapa bumbu khas bali dan ada parutan kelapanya, rasanya gurih2 manis gitu deh. dimakan langsung sebagai snack dengan cocolan sambal atau bareng si nasi biar makin kompak di perut. sebenarnya makanan khas kadang bisa dibilang enak dan tidak karena sambal pelengkapnya lho, dulu gw pernah ke palembang dan rasa pempeknya hampir sama enak semua walau beda merk dan nama tapi dari segi cuka nya lah yang memang menjadi pembeda.
Senin, 13 Januari 2014
Having fun at Outdoor Location
Awal tahun biasanya
identik dengan cuaca hujan membasahi bumi yang kita pijak, ada perasaan bete
ketika sedang asik liburan di tempat wisata berkonsep outdoor dan tiba-tiba
turun hujan tanpa permisi. Biasanya hal yang membuat kita badmood memang
sesuatu yang tidak direncanakan kalaupun memang dari awal sudah hujan, pastinya
kita tidak akan pergi ke tempat yang berada diluar ruangan (outdoor) dan
memilih tempat hiburan yang berkonsep indoor. Nah berikut ini saya akan
berikan tips bagaimana caranya biar liburan kita tetap menyenangkan walaupun
hujan tiba-tiba hadir ditengah-tengah kebahagiaan kita. Selama kita berniat untuk menikmati liburan,
jarang ada yang berfikir untuk membawa payung kemana-mana walaupun cuaca
diketahui akan sering hujan.
1.
Pilih lokasi
tempat wisata
Sebelum
berangkat menuju lokasi, kita harus mengetahui dahulu lokasi tempat wisata yang
nantinya akan kita tuju. Bisa kita cari tahu lewat internet, atau sekedar
ingatan kita yang pernah mengunjungi lokasi tersebut sebelumnya. Pilihlah
lokasi outdoor yang memiliki ruang dalam seperti restoran, ruang tunggu atau
lokasi yang penuh dengan rerimbunan pepohonan rindang namun tetap menyenangkan
dengan aneka permainan wahana seperti Dufan. Sepertinya tempat wisata outdoor
sekarang saat ini sudah memiliki ruang teduh yang memang didesain tidak seperti
dikhususkan untuk meneduh dari hujan. Biasanya digunakan untuk disewakan
pengunjung rombongan saat ada gathering atau pesta.
2.
Bawa Payung
Kecil
Walaupun
kita ingin menghindari membawa barang bawaan yang mengganggu aktifitas kita
dalam menikmati liburan tapi kebanyakan wisawatan akan menggunakan tas ransel
untuk membawa makanan atau pakaian ganti. Tidak salahnya kita membawa payung
kecil yang dapat dilipat dan masuk kedalam tas tanpa harus mengganggu tangan
kita untuk selalu dipegang kesana kemari. Tidak perlu berdiameter besar karena
yang terpenting bisa meneduhkan kepala dari rintikan hujan dan melindungi si
kecil dari basahnya hujan.
3.
Simpan
Plastik Kecil
Mungkin
kita tetap tidak ingin membawa payung saat berlibur, saya sarankan membawa
plastik kecil dan ditaruk kedalam saku celana. Hal ini untuk menjaga agar
handphone atau dompet kita tetap kering walaupun diri kita sedang memandikan
air hujan. Jangan sampai kita rugi dua
kali akibat sakit terkena hujan dan gadget kita rusak akibat hujan-hujanan.
4.
Konsumsi
Vitamin C
Sebelum
kita menikmati liburan di musim hujan dan badan harus tetap selalu Fit,
konsumsilah vitamin C seperti suplemen ataupun buah-buahan yang kaya akan Vitamin
C karena tubuh akan menjadi lebih segar dan kesehatan tetap terjaga walaupun
cuaca kurang mendukung kegiatan liburan kita.
Selain tips-tips diatas
alangkah baiknya kita melihat prakiraan cuaca yang bisa kita mudah diketahui
dengan cara browsing atau melihat aplikasi di Android karena kita bisa
mempersiapkan segala sesuatunya lebih mudah dan nyaman. Selamat berlibur buat
semua, jadikan akhir pekan anda menjadi hari yang ditunggu-tunggu bersama
keluarga tercinta. Pesan saya untuk semua wisatawan, Buanglah sampah pada
tempatnya.
Kamis, 02 Januari 2014
Garuda Wisnu Kencana, Wonderfull Place
Dimana tempat favorit gw bernaung merenung di Pulau Dewata?, yup GWK (Garuda Wisnu Kencana) yang merupakan salah satu destinasi favorit gw sepanjang masa dikarenakan lokasi ini benar-benar cozy, gw bisa melihat landscape yang indah dari sini dan melihat beberapa pesawat yang akan mendarat di Bandara Ngurah Rai. Teman-teman gw sendiri bahkan gak begitu suka di GWK karena membosankan, mungkin beberapa teman gw memang tipe orang yang suka hiburan dengan konsep hingar bingar ala anak urban kota besar dan pertunjukan menghibur mata. Bagi gw, sebuah tempat dengan pemandangan luas adalah yang terbaik dari segala jenis pertunjukan untuk menghibur diri.
Spot paling gw suka memang di lokasi dimana si Kepala garuda berdiri gagah menatap sang surya di ufuk timur, sudah pasti para pengunjung gak akan melewatkan moment penting berfoto ria didepan patung ini. masa iya pengunjung tidak berfoto ria dan sudah membayar tiket masuk 40ribu untuk pengunjung lokal / tanah air. di GWK bisa dibilang bersih, gak ada sampah berserakan dan memang para pengunjung juga tertib, apa mungkin karena memang yang datang adalah para pengunjung menengah keatas sehingga lebih menjaga kebersihan tempat wisata? bukannya mau menghina atau gimana tapi kita coba perhatikan tempat-tempat wisata murah di jakarta atau wilayah lainnya, pasti ada sampah yang menemani perjalanan kita berkeliling lokasi.
entah sampai kapan kepala garuda ini akan hanya berdiri disini tanpa disatukan dengan si wisnu, konsep nya sudah bagus sekali namun pemerintah tidak mendukung karya seni apik ini, padahal kalau seluruh patung menyatu menjadi satu kesatuan mematung, niscaya Indonesia akan memiliki icon terbaru. FYI, Orang bule lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia lho, bahkan bagi sebagian mereka Bali merupakan sebuah negara bukan pulau dari kesatuan Republik Indonesia. apalagi kalau kita baru pertama kali ke Bali akan bingung kenapa lebih banyak orang asingnya dibandingkan orang lokal, dikarenakan orang lokalnya cenderung lebih banyak dibalik layar wisata di Pulau Bali atau menjadi pekerja melayani para wisatawan dan jarang juga orang lokal memilih destinasi bali karena lebih banyak yang memilih Jogja, Bandung atau Jawa Timur sebagai lokasi liburan dengan alasan bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi.
Beruntung gw berada di GWK tepat di jam acara theater hanoman segera tampil, jadwal pertunjukan theater ini berada di pukul 5 sore dengan waktu tampil kurang lebih satu jam. disini kita bisa melihat para pemain theater memainkan peran tokoh-tokoh pewayangan legendaris dengan balutan humor yang membuat kita tidak akan bosan menontonnya. memang terlihat tidak terlalu banyak yang menonton, karena masih terdapat sisi tempat duduk yang kosong, mungkin karena ada yang memang tidak tahu jika ada pertunjukan seperti ini.
Jujur gw sedikit tidak begitu paham karena dialognya agak kurang jelas ya, mungkin logat bali mereka yang cukup kental sehingga agak kurang terdengar fasih bahasa indonesianya. Pengunjung wisatawan mancanegara hanya bisa terdiam ketika ada dialog yang mengocok perut, mereka tidak paham dan hanya tertawa ketika ada adegan yang memang dibuat nyeleneh dan menggelitik. kalau diperhatikan, beberapa penari kecak ada beberapa orang asingnya lho, konon katanya mereka memang sengaja mengikuti sesi latihan tari kecak untuk tampil dan itu memang keinginan mereka untuk mengenal budaya Indonesia. hmmm.... miris ya, justru kita Rakyat yang berbudaya lebih senang mengikuti style budaya mereka yang tidak meraka sukai, bahkan kita malu jika belajar menari dan lebih suka belajar bermain alat musik atau belajar menikmati dunia malam hehehehe... salah siapa?? tidak menyalahkan siapa-siapa kok.
Kelar menikmati pertunjukan, gw menuju bibir tebing dekat badan om Wisnu berdiri, melihat bali yang semakin gelap karena malam sudah menunjukkan kedatangannya. kelap kelip lampu kota mewarnai malam ini, melukiskan sebuah suasana yang lebih tenang dan lembut seiring angin malam menyentuh kulitku yang kusadar belum mandi dari siang hiyyaaaa.... saatnya balik ke Hotel untuk bersih-bersih nih, jangan sampai liburan di iringi dengan bau tubuh melebihi batas kewajaran. gw pengen relaksasi di penginapan karena lelahnya sampai ke ujung kaki.....
Spot paling gw suka memang di lokasi dimana si Kepala garuda berdiri gagah menatap sang surya di ufuk timur, sudah pasti para pengunjung gak akan melewatkan moment penting berfoto ria didepan patung ini. masa iya pengunjung tidak berfoto ria dan sudah membayar tiket masuk 40ribu untuk pengunjung lokal / tanah air. di GWK bisa dibilang bersih, gak ada sampah berserakan dan memang para pengunjung juga tertib, apa mungkin karena memang yang datang adalah para pengunjung menengah keatas sehingga lebih menjaga kebersihan tempat wisata? bukannya mau menghina atau gimana tapi kita coba perhatikan tempat-tempat wisata murah di jakarta atau wilayah lainnya, pasti ada sampah yang menemani perjalanan kita berkeliling lokasi.
entah sampai kapan kepala garuda ini akan hanya berdiri disini tanpa disatukan dengan si wisnu, konsep nya sudah bagus sekali namun pemerintah tidak mendukung karya seni apik ini, padahal kalau seluruh patung menyatu menjadi satu kesatuan mematung, niscaya Indonesia akan memiliki icon terbaru. FYI, Orang bule lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia lho, bahkan bagi sebagian mereka Bali merupakan sebuah negara bukan pulau dari kesatuan Republik Indonesia. apalagi kalau kita baru pertama kali ke Bali akan bingung kenapa lebih banyak orang asingnya dibandingkan orang lokal, dikarenakan orang lokalnya cenderung lebih banyak dibalik layar wisata di Pulau Bali atau menjadi pekerja melayani para wisatawan dan jarang juga orang lokal memilih destinasi bali karena lebih banyak yang memilih Jogja, Bandung atau Jawa Timur sebagai lokasi liburan dengan alasan bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi.
Beruntung gw berada di GWK tepat di jam acara theater hanoman segera tampil, jadwal pertunjukan theater ini berada di pukul 5 sore dengan waktu tampil kurang lebih satu jam. disini kita bisa melihat para pemain theater memainkan peran tokoh-tokoh pewayangan legendaris dengan balutan humor yang membuat kita tidak akan bosan menontonnya. memang terlihat tidak terlalu banyak yang menonton, karena masih terdapat sisi tempat duduk yang kosong, mungkin karena ada yang memang tidak tahu jika ada pertunjukan seperti ini.
Jujur gw sedikit tidak begitu paham karena dialognya agak kurang jelas ya, mungkin logat bali mereka yang cukup kental sehingga agak kurang terdengar fasih bahasa indonesianya. Pengunjung wisatawan mancanegara hanya bisa terdiam ketika ada dialog yang mengocok perut, mereka tidak paham dan hanya tertawa ketika ada adegan yang memang dibuat nyeleneh dan menggelitik. kalau diperhatikan, beberapa penari kecak ada beberapa orang asingnya lho, konon katanya mereka memang sengaja mengikuti sesi latihan tari kecak untuk tampil dan itu memang keinginan mereka untuk mengenal budaya Indonesia. hmmm.... miris ya, justru kita Rakyat yang berbudaya lebih senang mengikuti style budaya mereka yang tidak meraka sukai, bahkan kita malu jika belajar menari dan lebih suka belajar bermain alat musik atau belajar menikmati dunia malam hehehehe... salah siapa?? tidak menyalahkan siapa-siapa kok.
Kelar menikmati pertunjukan, gw menuju bibir tebing dekat badan om Wisnu berdiri, melihat bali yang semakin gelap karena malam sudah menunjukkan kedatangannya. kelap kelip lampu kota mewarnai malam ini, melukiskan sebuah suasana yang lebih tenang dan lembut seiring angin malam menyentuh kulitku yang kusadar belum mandi dari siang hiyyaaaa.... saatnya balik ke Hotel untuk bersih-bersih nih, jangan sampai liburan di iringi dengan bau tubuh melebihi batas kewajaran. gw pengen relaksasi di penginapan karena lelahnya sampai ke ujung kaki.....
Senin, 23 Desember 2013
Bandara Malam Ini
Menikmati liburan keluar pulau dengan menggunakan pesawat memang sungguh mengasyikan, bagi gw yang paling menyenangkan saat dimana saya berada dibandara pesawat. why? because i want to see another people, melihat banyak orang lain berlalu lalang dengan berbagai macam etnis serta negara. Memang kesan bandara masih cenderung ke tempat mewah dimana hanya orang-orang yang memiliki uang untuk membayar kursi pesawat saja yang berhak ke sini, padahal kita bisa kesini tanpa harus niat untuk terbang cukup menikmati beberapa fasilitas bandara serta melihat para penghuni bandara bekerja serta beraktifitas.
Malam ini gw duduk sendiri menunggu pesawat gw landing, menurut info sih masih berada dalam perjalanan menuju bandara soekarno hatta, gw sendiri akan bertolak ke pulau Bali untuk menikmati liburan kali ini, cuti itu penting buat merefresh otak kita setelah hampir sebulan dipakai untuk berfikir mengerjakan tugas kantor. ya masih ada waktu 2 jam untuk menunggu sambil membahas bandara international ini, menurut gw terminal 3 merupakan terminal yang terbaik dari segi fasilitas serta pelayanannya. gw sih sudah pernah merasakan terminal 2 dan suasananya sungguh so so ya gak gitu nyaman, padahal terminal 2 itu lebih sering digunakan untuk pesawat yang akan terbang keluar Indonesia.
Paling bete memang kalau ternyata pesawat yang kita tunggu mengalami keterlambatan penerbangan atau yang biasa disebut dengan Delay, setengah jam atau sejam masih okelah tapi kalau sampai 4 jam? wahduh mau ngapain kita di bandara sampai 4 jam usai? dan gw pernah mengalami hal tersebut saat gw balik dari bali menuju jakarta. bingung mau ngapain, yang ada hanya bolak balik membuka handphone atau melihat gambar hasil jepretan kamera. seharusnya setiap bandara memiliki ruang tunggu bagi korban delay pesawat, ya memang akan sangat membutuhkan biaya banyak, minimal ruang tunggu pesawat diberikan tempat kursi nyaman, televisi besar dengan konten film hollywood yang sedang hits agar si penumpang lupa jika mereka sedang berada di situasi delay. selain itu hanya beberpaa maskapai saja yang memberikan makanan atau minuman bagi penumpang yang mengalami delay, itu pun hanya roti kosong dan air mineral saja, harusnya mendapatkan voucher diskon untuk menikmati jajanan yang ada disekitar bandara dan itu memang lebih baik dibandingkan harus menerima snack yang menurut gw cuma bisa ganjel lapar selama 10 menit. Delay itu bisa merusak segala aspek kehidupan dan pekerjaan seseorang, bayangkan jika ada pihak yang memang sedang urgent bertemu dengan klien namun gagal begitu saja karena telat sampai lokasi, atau keluarganya sedang tertimpa musibah duka cita dan harus rela melihat makamnya saja karena telat melihat sosoknya yang terakhir kali.
Bandara malam ini cukup ramai dikarenakan musim liburan sekolah, banyak anak-anak ceria lompat-lompat karena mereka akan terbang menggunakan pesawat bersama ayah ibunya untuk liburan sekolah. beberapa pasangan muda mudi juga asik ngobrol ketawa ketiwi yang mungkin membahas liburan mereka nanti akan seperti apa. memang sangat menyenangkan sekali jika berlibur bersama orang yang kita cintai dan sayangi, hidup memang simple ya.....
Malam ini gw duduk sendiri menunggu pesawat gw landing, menurut info sih masih berada dalam perjalanan menuju bandara soekarno hatta, gw sendiri akan bertolak ke pulau Bali untuk menikmati liburan kali ini, cuti itu penting buat merefresh otak kita setelah hampir sebulan dipakai untuk berfikir mengerjakan tugas kantor. ya masih ada waktu 2 jam untuk menunggu sambil membahas bandara international ini, menurut gw terminal 3 merupakan terminal yang terbaik dari segi fasilitas serta pelayanannya. gw sih sudah pernah merasakan terminal 2 dan suasananya sungguh so so ya gak gitu nyaman, padahal terminal 2 itu lebih sering digunakan untuk pesawat yang akan terbang keluar Indonesia.
Paling bete memang kalau ternyata pesawat yang kita tunggu mengalami keterlambatan penerbangan atau yang biasa disebut dengan Delay, setengah jam atau sejam masih okelah tapi kalau sampai 4 jam? wahduh mau ngapain kita di bandara sampai 4 jam usai? dan gw pernah mengalami hal tersebut saat gw balik dari bali menuju jakarta. bingung mau ngapain, yang ada hanya bolak balik membuka handphone atau melihat gambar hasil jepretan kamera. seharusnya setiap bandara memiliki ruang tunggu bagi korban delay pesawat, ya memang akan sangat membutuhkan biaya banyak, minimal ruang tunggu pesawat diberikan tempat kursi nyaman, televisi besar dengan konten film hollywood yang sedang hits agar si penumpang lupa jika mereka sedang berada di situasi delay. selain itu hanya beberpaa maskapai saja yang memberikan makanan atau minuman bagi penumpang yang mengalami delay, itu pun hanya roti kosong dan air mineral saja, harusnya mendapatkan voucher diskon untuk menikmati jajanan yang ada disekitar bandara dan itu memang lebih baik dibandingkan harus menerima snack yang menurut gw cuma bisa ganjel lapar selama 10 menit. Delay itu bisa merusak segala aspek kehidupan dan pekerjaan seseorang, bayangkan jika ada pihak yang memang sedang urgent bertemu dengan klien namun gagal begitu saja karena telat sampai lokasi, atau keluarganya sedang tertimpa musibah duka cita dan harus rela melihat makamnya saja karena telat melihat sosoknya yang terakhir kali.
Bandara malam ini cukup ramai dikarenakan musim liburan sekolah, banyak anak-anak ceria lompat-lompat karena mereka akan terbang menggunakan pesawat bersama ayah ibunya untuk liburan sekolah. beberapa pasangan muda mudi juga asik ngobrol ketawa ketiwi yang mungkin membahas liburan mereka nanti akan seperti apa. memang sangat menyenangkan sekali jika berlibur bersama orang yang kita cintai dan sayangi, hidup memang simple ya.....
Langganan:
Postingan (Atom)






