Tampilkan postingan dengan label gwk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gwk. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2016

sinar keajaiban Dufan Glow

 Pertama kali mendengar wahana terbaru di Dunia Fantasi yang bernama Dufan Glow, terbesit dipikiran gw kalau wahana ini berisikan sesuatu hal yang berhubungan dengan cahaya, ternyata benar saja karena di sipnosisnya sendiri terdapat kalimat sinar kebahagiaan. Wah… bakal seru kayaknya ni wahana tapi gw sedikit kaget karena Dufan Glow ternyata bukan wahana sejenis Ride tapi show alias pertunjukan, gak apa-apa sih karena gw sendiri penyuka seni panggung, baik theater maupun musik. kebetulan sudah memiliki Annual Pass Dufan sehingga gw bisa ke Dufan kapan saja sesuka hati tanpa mengeluarkan uang sepeserpun alias gratis selama setahun dan di bulan april nanti kartu Annual Pass gw sudah mau expired tapi kita bisa perpanjang kartu tersebut selama setahun.


Setelah gw berada di Dufan, gw langsung bertanya kepada mbak-mbak cantik yang menjaga gerbang masuk Dufan, mbak-mbak yang selalu tersenyum manja dan menanyakan kabar gw kalau kebetulan gw ke Dufan bertemu dengan dia, sempat berkenalan dan dia memiliki nama Manda, skip… lah… ternyata pas banget, gw sampai di Dufan jam 11.30 dan setengah jam lagi wahana ini akan dimulai sehingga gw bisa langsung menuju ruang indoor Dufan yang menjadi lokasi Ice Age dan Hello Kitty berada karena disanalah Dufan Glow akan hadir. Bagi kalian yang tidak tahu dimana letak indoor Dufan, gampang banget kok rutenya. Dari gerbang Dufan ambil arah Ice Age, nanti kalian akan melihat sebuah goa besar yang sering banget di hiasi orang antri masuk ice age, kita masuk saja kedalam dan akan melihat panggung besar pertunjukan Dufan Glow. Rute tersebut juga berlaku untuk perjalanan menuju Hello Kitty Adventure karena lumayan banyak yang belum tahu dimana letak hello kitty.

Sesaat sebelum pertunjukan dimulai, terdapat layar kain besar yang menunjukan waktu mundur acara akan dimulai dan beberapa petunjuk darurat dimana letak pintu keluar dan toilet. Kalau mau menonton Dufan Glow lebih baik jangan pas acara sedang dimulai karena ruangan indoor ini akan mematikan semua lampu yang ada bahkan para sekuriti akan melarang keras kita menyalakan senter atau apapun yang bercahaya karena pertunjukan ini memang harus dijalankan dalam keadaan gelap gulita biar greget dan kita pribadi harus berhati hati melangkah serta menjaga barang-barang bawaan, kejahatan kan bisa dimana aja muncul, di masjid aja bisa nongol penjahat apalagi ditempat hiburan begini, gelap pula.

Pertunjukan dibuka dengan sesosok makhluk merah muda dan bertopeng putih yang bersinar dan mengejar para kupu kupu glow berwarna hijau. Disini seni theater dijalankan, pemain menghayati perannya dan para kupu-kupu secara alami menjadi kupu-kupu. Lalu adegan selanjutnya muncul kawanan binatang serta tanaman dari hutan, disini mungkin kita diajak buat mencintai alam dan seisinya tapi sejujurnya adegan hutan terlalu lama sehingga lumayan bikin bĂȘte menunggu adegan apa yang akan ditawarkan selanjutnya. Setelah itu muncul beberapa adegan-adegan seru lainnya, ada parkour, break dance, bmx freestlye hingga comic dance. Sepertinya pertunjukan disiapkan secara matang dan ciamik namun alurnya naik turun dan naik lagi hingga akhirnya klimaksnya menonton bersorak-sorak gembira.

Gw sendiri paling suka adegan BMX sama endingnya karena disini gw merasa pecah, wah bagus banget deh, para talentnya pun melakukan tugasnya masing-masing dengan baik dan hampir tidak ada kesalahan dalam mengisi adegan. Overall sih para talentnya bagus dan memukau, mungkin dibangingkan wahana pertunjukan treasure land temple of fire, Dufan glow lebih menitikberatkan wahana pertunjukan keluarga karena tidak ada adegan kekerasan maupun konten sedikit dewasa hehehe… tahu sendirilah treasure land seperti apa?, adegan aksi yang keras, baku hantam hingga lelucon yang menyerempet kearah dewasa.

Dufan Glow memberikan sebuah pengalaman baru dalam hal pertunjukan, efek cahaya, kartun, komik dan pengolahan suara lagu dipaketkan dengan cakep walaupun memang harus lebih banyak latihan lagi talentnya biar porsi aksi mereka menjadi lebih padat dan hebat. Puas lah jauh-jauh dari Bekasi Cuma buat melihat Dufan Glow, sebuah pengalaman baru dalam menikmati sebuah pertunjukan panggung yang dikemas secara modern.

Kamis, 02 Januari 2014

Garuda Wisnu Kencana, Wonderfull Place

Dimana tempat favorit gw bernaung merenung di Pulau Dewata?, yup GWK (Garuda Wisnu Kencana) yang merupakan salah satu destinasi favorit gw sepanjang masa dikarenakan lokasi ini benar-benar cozy, gw bisa melihat landscape yang indah dari sini dan melihat beberapa pesawat yang akan mendarat di Bandara Ngurah Rai. Teman-teman gw sendiri bahkan gak begitu suka di GWK karena membosankan, mungkin beberapa teman gw memang tipe orang yang suka hiburan dengan konsep hingar bingar ala anak urban kota besar dan pertunjukan menghibur mata. Bagi gw, sebuah tempat dengan pemandangan luas adalah yang terbaik dari segala jenis pertunjukan untuk menghibur diri.

Spot paling gw suka memang di lokasi dimana si Kepala garuda berdiri gagah menatap sang surya di ufuk timur, sudah pasti para pengunjung gak akan melewatkan moment penting berfoto ria didepan patung ini. masa iya pengunjung tidak berfoto ria dan sudah membayar tiket masuk 40ribu untuk pengunjung lokal / tanah air. di GWK bisa dibilang bersih, gak ada sampah berserakan dan memang para pengunjung juga tertib, apa mungkin karena memang yang datang adalah para pengunjung menengah keatas sehingga lebih menjaga kebersihan tempat wisata? bukannya mau menghina atau gimana tapi kita coba perhatikan tempat-tempat wisata murah di jakarta atau wilayah lainnya, pasti ada sampah yang menemani perjalanan kita berkeliling lokasi.


entah sampai kapan kepala garuda ini akan hanya berdiri disini tanpa disatukan dengan si wisnu, konsep nya sudah bagus sekali namun pemerintah tidak mendukung karya seni apik ini, padahal kalau seluruh patung menyatu menjadi satu kesatuan mematung, niscaya Indonesia akan memiliki icon terbaru. FYI, Orang bule lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia lho, bahkan bagi sebagian mereka Bali merupakan sebuah negara bukan pulau dari kesatuan Republik Indonesia. apalagi kalau kita baru pertama kali ke Bali akan bingung kenapa lebih banyak orang asingnya dibandingkan orang lokal, dikarenakan orang lokalnya cenderung lebih banyak dibalik layar wisata di Pulau Bali atau menjadi pekerja melayani para wisatawan dan jarang juga orang lokal memilih destinasi bali karena lebih banyak yang memilih Jogja, Bandung atau Jawa Timur sebagai lokasi liburan dengan alasan bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi.

Beruntung gw berada di GWK tepat di jam acara theater hanoman segera tampil, jadwal pertunjukan theater ini berada di pukul 5 sore dengan waktu tampil kurang lebih satu jam. disini kita bisa melihat para pemain theater memainkan peran tokoh-tokoh pewayangan legendaris dengan balutan humor yang membuat kita tidak akan bosan menontonnya. memang terlihat tidak terlalu banyak yang menonton, karena masih terdapat sisi tempat duduk yang kosong, mungkin karena ada yang memang tidak tahu jika ada pertunjukan seperti ini.
Jujur gw sedikit tidak begitu paham karena dialognya agak kurang jelas ya, mungkin logat bali mereka yang cukup kental sehingga agak kurang terdengar fasih bahasa indonesianya. Pengunjung wisatawan mancanegara hanya bisa terdiam ketika ada dialog yang mengocok perut, mereka tidak paham dan hanya tertawa ketika ada adegan yang memang dibuat nyeleneh dan menggelitik. kalau diperhatikan, beberapa penari kecak ada beberapa orang asingnya lho, konon katanya mereka memang sengaja mengikuti sesi latihan tari kecak untuk tampil dan itu memang keinginan mereka untuk mengenal budaya Indonesia. hmmm.... miris ya, justru kita Rakyat yang berbudaya lebih senang mengikuti style budaya mereka yang tidak meraka sukai, bahkan kita malu jika belajar menari dan lebih suka belajar bermain alat musik atau belajar menikmati dunia malam hehehehe... salah siapa?? tidak menyalahkan siapa-siapa kok.

Kelar menikmati pertunjukan, gw menuju bibir tebing dekat badan om Wisnu berdiri, melihat bali yang semakin gelap karena malam sudah menunjukkan kedatangannya. kelap kelip lampu kota mewarnai malam ini, melukiskan sebuah suasana yang lebih tenang dan lembut seiring angin malam menyentuh kulitku yang kusadar belum mandi dari siang hiyyaaaa.... saatnya balik ke Hotel untuk bersih-bersih nih, jangan sampai liburan di iringi dengan bau tubuh melebihi batas kewajaran. gw pengen relaksasi di penginapan karena lelahnya sampai ke ujung kaki.....