Tampilkan postingan dengan label jakarta utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta utara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Agustus 2017

Tantangan Dunia Fantasi



Waktu gw berangkat ke Jogjakarta menggunakan kereta api, sayup-sayup gw mendengarkan sebuah ringtone theme song Dufan, wuidih siapa tuh yang menggunakan theme song Dufan sebagai ringtone?, usut punya usut ternyata penumpang yang berada didepan gw lah pelakunya. Mungkin penumpang tersebut salah satu karyawan Dufan yang memang diwajibkan memasang theme song Dufan sebagai ringtone wajibnya. Suara ringtone nya sih memang tidak mengganggu tapi membuat gw terkenang akan wahana-wahana Dufan yang pernah gw hinggap, gak terasa gw berada di nuansa nostalgia bermain di wahana Dufan sekitar 3 tahun yang lalu.

Buat yang gak tahu Dufan itu apa? Ada sedikit penjelasan dari gw, Dufan itu sebuah taman bermain yang memiliki banyak wahana, disana beraneka kulit, mata serta bahasa menyatu. Menurut gw inilah tempat rekreasi bertemakan wahana paling tua dan paling banyak, sedangkan tempat lain? Nothing. Sorry bukan mau jelek-jelekin tempat rekreasi lain tapi faktanya mereka ingin menyamakan Dufan tapi sayangnya gagal. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengenal Dufan dan di sekitaran Indonesia nama Dufan sudah cukup terkenal  sebagai landmark kota Jakarta selain Monas.


Gw mau berbagi perasaan saat pertama kali gw menaiki wahana Dufan yang ekstrim seperti Halilintar, Tornado, Hysteria dan Kicir-kicir. Masa iya gw yang sudah beranjak dewasa ini masih bermain dengan turangga-rangga (kuda-kudaan) sambil teriak “kyaaaa... kyaaaa.... asiiik”. Level adrenalin gw harus ditingkatkan kembali dan inilah bukti ekstitensi kedewasaan gw sudah mulai mengalir.

Halilintar
Di dunia orang bule namanya Roller Coaster guys, kalau dikita namanya halilintar, mungkin saat pembuatan mainan ini berharap sensasi yang menaikinya seperti menaiki petir. Apakabar Gundala sang putra petir. Melihat wahana ini bergerak meliuk-liuk dan berputar melawan gravitasi membuat gw sedikit Jiper (bahasa gaul tahun 2000an) ini rasanya bakal gak karuan mengocok perut. Teman-teman gw berharap gw mau menaiki halilintar katanya bisa meningkatkan keberanian kita sekitar 20% setelah menaiki wahana tersebut, awesome. Singkat cerita gw sudah duduk di pangkuan halilintar, berada di kursi tengah dan tubuh gw sudah terpasang pengaman agar saat berputar gw tidak mental ke ujung samudera hindia.

Halilintar bergerak meninggalkan ruang terminal nya, perasaan diri gw masih terasa biasa lalu mulailah halilintar menanjak tinggi secara pelan-pelan. “ah Cuma segini aja sih gak nakutin” pikir gw, namun semua pikiran gw berubah drastis saat si halilintar turun kebawah secara ekstrim dan berkecepatan tinggi. Nyawa gw seperti ketinggalan di tanjakan tadi, halilintar ga peduli gw teriak-teriak nyebut nama Tuhan, Mama, papa, dan mantan... dia terus melaju meliuk-liuk tanpa ampun, sesekali mata terbuka akan tetapi sia-sia karena angin yang berhembus hanya membuat mata gw kering kerontang. Gw Cuma bisa terpejam, serasa waktu bergerak cepat, hanya terdengar suara teriakan pengunjung lainnya. Jangan sampai ada yang muntah begitu saja, niscaya gw bakal kena cipratan muntahan.  Siksa ini baru selesai saat gw merasa halilintar bergerak lambat secara tiba-tiba dan saat kelopak mataku terbuka, disanalah ada Leonardo D’caprio berkata “silahkan turun mbak....” oh ternyata sang penjaga wahana yang gak mirip siapapun.

Wahana ini tergolong santai didetik awal tapi klimaksnya dibuat ditengah saat kita berada diturunan. Sebenarnya seru banget tapi sayang gw sedikit punya penyakit Bibir Lemah, kalau sering berada disituasi mengagetkan dan memacu andrenalin, bibir gw akan kebawah di iringi air liur yang gak sengaja dikeluarkan. Yang penting gw udah mencoba dan lulus kedewasaan.

Tornado
Wahana ini didesain agar pengunjung bisa merasakan sensasi diaduk-aduk di angin tornado, kalau pernah menonton film twister pasti tahu donk tornado itu apa. Kalau di daerah planet Bekasi angin tersebut dijadikan bakso sehingga namanya Bakso Tornado padahal di bumi Jakarta namanya bakso torpedo. Gw sendiri udah merasa takut duluan naik wahana ini dikarenakan permainan ini cukup berbahaya bagi gw, gila men lu di aduk-aduk diatas, sudah diputar, diputar lagi, digoyang, didendang paman tersayang... berasaaaaa... basah...  dan Akhirnya gw naik juga karena harga diri gw lebih mahal daripada tiket Dufan, gw gak mau sampai dicap pengecut ataupun pecundang. Biarpun gw seorang cewek tapi perangai gw adalah laki-laki tulen harga paten.


Duduk diantara korban tornado lainnya membuat gw tenang, berasa gw punya teman dan temen-temen gw gak ada satupun yang berani nemenin gw naik, ha... gw adalah sang pemenang, mengalahkan ketakutan mereka diluar batas persahabatan. Gak perlu lah gw takut akan wahana ini, semua sistem keamanannya terjamin dan gak bakal gw lepas saat berada diatas. Penjaganya selalu memastikan safety belt terpasang dengan baik tanpa kelengahan sedikitpun. Tak lama wahana mulai berputar keatas, yeaaah asik brother.. dan... mulailah gw diaduk-aduk diatas berasa seperti semen di truk molen, diaduk aduk aduk aduk terus, berhenti... lalu diaduk lagi, berhenti dan tubuh gw menghadap kebawah melihat mereka-mereka menjadi penonton  setia sambil teriak “hahahahaha” entah lah kenapa di wahana ini gak bisa berteriak sama sekali mungkin kalau gw buka mulut gw bakal memuntahkan sesuatu.

Kurang lebih selama 5 menit jiwa raga ini di aduk-aduk tanpa batas, cukup membuat gw mual, beruntung saat itu gw gak bawa mobil dan bagian nyetir adalah temen-temen gw. Saat kaki berpijak pada daratan, terasa bumi masih diguncang tidak karuan sehingga gw terpaksa menyentuh pundak pengunjung lain biar langkah gontai gw tidak membuat jatuh jiwa ini. Sial gw maboook....

Hysteria
Gw sebenarnya sudah mau angkat bendera putih sebagai tanda gw akan menyerah namun teman baik gw mengajak menikmati hysteria. Gilaaa.... bisa malu gw kalau tidak menerima ajakannya, secupu itu kah gw hingga menolak tawarannya. Gw tahulah si Mifta ini seorang penakut, bahkan naik bianglala pun dia hampir muntah. Entah setan mana yang merasuki dirinya sehingga dia berani mengajak ku ber Hysteria. Wahana Hysteria merupakan wahana yang memiliki ilmu fisika yang sama dengan ketapel. Objek ditarik kebawah lalu dilepas keatas dengan kecepatan tinggi tanpa aba-aba sehingga siap tidak siap kita akan kelangit.


Disaat gw duduk di hysteria, dengan tenang di iringi musik yang memicu adrenalin dan tiba-tiba whuuuusssh gw melesat kelangit tinggi tinggi sekali, gw berteriak sejadinya bahkan gw pengen teriak sampai usus dan lambung gw keluar karena saking terkejutnya gw. Gw terhempas keatas dengan cepat, lalu berhenti di ujung tower dan memperlihatkan landscape wilayah ancol serta lautnya, disini ada sensasi gw semakin dekat dengan sang illahi dan dia sedang menunjukkan betapa luas ciptaannya untuk para manusia di dunia, oh lautan.... tenggelamkan aku dalam kasih sayang pria yang setia. Wahana ini lalu turun kebawah perlahan-lahan  dan gw melihat mifta hampir pingsan, katanya mual gak karuan, dia gw rangkul keluar dari wahana. Pantas saja mau pingsan karena memang dari awal berada di dufan dia memang sudah masuk angin.

Kicir-kicir
The last ekstrim Adventure, wahana ekstrim yang terakhir sebelum kita pulang kerumah masing-masing. Metode permainan ini seperti tornado hanya saja disini dari awal kita udah diaduk, sedangkan tornado masih ada kesempatan buat kita bernapas melihat lingkungan lalu diputar-putar. Cukup membuat pusing tapi seru, gw berandai-andai sedang berada di helikopter rusak sehingga berputar-putar dan akan menabrak tebing tinggi. Jadi tahu rasanya menjadi stunt man itu gak enak ya...


Arung Jeram
Buat penghabisan seru-seruan kita di Dufan, akhirnya kita memilih wahana Arung jeram sebagai penutupan, biar basah dan menjadi tiga cewek segaarrrrr karena basah. Wahana ini seru banget dan keseruan kita bakan terasa totalitas, seharusnya wahana ini berada dipertengahan ketika mood kita udah nge-down dan lanjut ke wahana extrim lainnya biar sekalian ngeringin baju, uhuy...

Ya itu lah sekelumit kenangan gw bersama teman-teman saat kita jalan-jalan ke Dufan 3 tahun yang lalu, memang temanya adalah tantangan. Disini gw unggul mutlak karena hampir semua tantangan gw ladenin walaupun saat naik kora-kora dan istana boneka gw gak ikutan akibat harus membuang isi perut biar tidak lepas saat naik wahana. Dufan memang membuat gw selalu terkenang, theme song nya, wahananya hingga hiru pikuknya belum pernah ada wahana lain yang bisa membuat gw terkenang. Semoga Dufan bisa terus berkembang menjadi icon tempat wisata wahana yang lebih komplit.


Rabu, 17 Februari 2016

sinar keajaiban Dufan Glow

 Pertama kali mendengar wahana terbaru di Dunia Fantasi yang bernama Dufan Glow, terbesit dipikiran gw kalau wahana ini berisikan sesuatu hal yang berhubungan dengan cahaya, ternyata benar saja karena di sipnosisnya sendiri terdapat kalimat sinar kebahagiaan. Wah… bakal seru kayaknya ni wahana tapi gw sedikit kaget karena Dufan Glow ternyata bukan wahana sejenis Ride tapi show alias pertunjukan, gak apa-apa sih karena gw sendiri penyuka seni panggung, baik theater maupun musik. kebetulan sudah memiliki Annual Pass Dufan sehingga gw bisa ke Dufan kapan saja sesuka hati tanpa mengeluarkan uang sepeserpun alias gratis selama setahun dan di bulan april nanti kartu Annual Pass gw sudah mau expired tapi kita bisa perpanjang kartu tersebut selama setahun.


Setelah gw berada di Dufan, gw langsung bertanya kepada mbak-mbak cantik yang menjaga gerbang masuk Dufan, mbak-mbak yang selalu tersenyum manja dan menanyakan kabar gw kalau kebetulan gw ke Dufan bertemu dengan dia, sempat berkenalan dan dia memiliki nama Manda, skip… lah… ternyata pas banget, gw sampai di Dufan jam 11.30 dan setengah jam lagi wahana ini akan dimulai sehingga gw bisa langsung menuju ruang indoor Dufan yang menjadi lokasi Ice Age dan Hello Kitty berada karena disanalah Dufan Glow akan hadir. Bagi kalian yang tidak tahu dimana letak indoor Dufan, gampang banget kok rutenya. Dari gerbang Dufan ambil arah Ice Age, nanti kalian akan melihat sebuah goa besar yang sering banget di hiasi orang antri masuk ice age, kita masuk saja kedalam dan akan melihat panggung besar pertunjukan Dufan Glow. Rute tersebut juga berlaku untuk perjalanan menuju Hello Kitty Adventure karena lumayan banyak yang belum tahu dimana letak hello kitty.

Sesaat sebelum pertunjukan dimulai, terdapat layar kain besar yang menunjukan waktu mundur acara akan dimulai dan beberapa petunjuk darurat dimana letak pintu keluar dan toilet. Kalau mau menonton Dufan Glow lebih baik jangan pas acara sedang dimulai karena ruangan indoor ini akan mematikan semua lampu yang ada bahkan para sekuriti akan melarang keras kita menyalakan senter atau apapun yang bercahaya karena pertunjukan ini memang harus dijalankan dalam keadaan gelap gulita biar greget dan kita pribadi harus berhati hati melangkah serta menjaga barang-barang bawaan, kejahatan kan bisa dimana aja muncul, di masjid aja bisa nongol penjahat apalagi ditempat hiburan begini, gelap pula.

Pertunjukan dibuka dengan sesosok makhluk merah muda dan bertopeng putih yang bersinar dan mengejar para kupu kupu glow berwarna hijau. Disini seni theater dijalankan, pemain menghayati perannya dan para kupu-kupu secara alami menjadi kupu-kupu. Lalu adegan selanjutnya muncul kawanan binatang serta tanaman dari hutan, disini mungkin kita diajak buat mencintai alam dan seisinya tapi sejujurnya adegan hutan terlalu lama sehingga lumayan bikin bĂȘte menunggu adegan apa yang akan ditawarkan selanjutnya. Setelah itu muncul beberapa adegan-adegan seru lainnya, ada parkour, break dance, bmx freestlye hingga comic dance. Sepertinya pertunjukan disiapkan secara matang dan ciamik namun alurnya naik turun dan naik lagi hingga akhirnya klimaksnya menonton bersorak-sorak gembira.

Gw sendiri paling suka adegan BMX sama endingnya karena disini gw merasa pecah, wah bagus banget deh, para talentnya pun melakukan tugasnya masing-masing dengan baik dan hampir tidak ada kesalahan dalam mengisi adegan. Overall sih para talentnya bagus dan memukau, mungkin dibangingkan wahana pertunjukan treasure land temple of fire, Dufan glow lebih menitikberatkan wahana pertunjukan keluarga karena tidak ada adegan kekerasan maupun konten sedikit dewasa hehehe… tahu sendirilah treasure land seperti apa?, adegan aksi yang keras, baku hantam hingga lelucon yang menyerempet kearah dewasa.

Dufan Glow memberikan sebuah pengalaman baru dalam hal pertunjukan, efek cahaya, kartun, komik dan pengolahan suara lagu dipaketkan dengan cakep walaupun memang harus lebih banyak latihan lagi talentnya biar porsi aksi mereka menjadi lebih padat dan hebat. Puas lah jauh-jauh dari Bekasi Cuma buat melihat Dufan Glow, sebuah pengalaman baru dalam menikmati sebuah pertunjukan panggung yang dikemas secara modern.

Rabu, 24 Desember 2014

Bertualang di Kalila Adventure



Beberapa hari yang lalu gw memutuskan untuk berlibur di Jakarta saja, walaupun mendapatkan jatah cuti yang panjang tapi untuk akhir tahun ini seperti nya bakal gw habiskan untuk menikmati ibukota dengan se-isinya. Gw pikir liburan keluar kota hanya akan menghabiskan waktu dan biaya yang tidak sedikit karena banyak warga jakarta yang berhijrah sementara ke luar kota untuk menikmati liburan akhir tahun bersama keluarga. Kebetulan sohib gw bernama Andini siap nemenin gw menikmati liburan hari ini dan gw memutuskan untuk menghabiskan waktu berdua bersama sohib di Dufan.



Sebenarnya gw sudah beberapa kali main-main di Dunia Fantasi Ancol tapi ada beberapa wahana yang gw sendiri dari awal menginjakkan kaki di Jakarta belum pernah gw lihat. wah pokoknya gw berasa anak norak sedunia ketika baru tahu ada wahana seperti itu, semua ini karena mainset dufan itu ya bianglala, halilintar atau kuda-kudaan padahal banyak juga wahana lain yang cukup menyenangkan dan mengezutkan. Wahana yang baru pertama kali gw nikmatin di Dufan adalah Kalila Adventure, wahana ini sebenarnya sudah lama ada di dufan tapi memang masih banyak yang belum tahu karena tempatnya cukup jarang di lewati pengunjung dan seperti rumah hiasan biasa yang berada di Dufan. Berkat Andini, gw jadi tahu kalau di dufan ada pertunjukan theater yang menggunakan robot-robot boneka berteknologi canggih.  Makin penasaran saja gw, langsung aja kita berdua masuk kedalam dan kebetulan pas banget pertunjukannya akan dimulai. Ada ruangan theater yang cukup besar kira-kira bisa menampung 600 pengunjung dalam sekali show, saat itu kondisi penonton cukup ramai namun gw sama Andini masih bisa mendapatkan tempat duduk sesuai dengan keinginan. 




Di hadapan penonton terdapat panggung theater dengan background layar sehingga kita bisa melihat pertunjukan nyata dicampur dengan menonton film berkonsep animasi. Tokoh utama kisah kalila adventure bernama dufan, icon dunia fantasi yang mengambil dari binatang monyet bekantan ini bercerita sebagai pahlawan yang akan menyelamatkan wilayah hutan yang akan terkena bencana gunung meletus, dibantu dengan teman-temannya, si Dufan bahu-membahu mengungsikan warga sekitar serta memperbaiki ekosistem alam yang sudah rusak akibat ulah masyarakat sendiri. Ada banyak pesan moral yang terkandung didalam cerita dan alur kisahnya dapat di pahami oleh anak-anak karena tidak begitu berat. Para penonton juga akan dibuat takjub dengan kehadiran boneka-boneka yang dapat berbicara dan bernyanyi layaknya manusia, boneka-boneka ini muncul sesuai cerita dan memainkan karakternya masing-masing. Karakter favorit gw di wahana ini bernama Pohon Ajaib atau pohon bijaksana, wujudnya sebuah pohon namun memiliki wajah dengan mata serta mulut yang bergerak. Si Pohon ini memiliki karakter bijaksana yang memberitahukan si Dufan untuk segera menyelamatkan dunia dari bencana alam dan gw sempat kaget kalau di pohon tersebut bisa bicara hehehhe...


Kejutan yang akan kita rasakan di dalam wahana Kalila Adventure adalah efek hujan yang nyata disaat adegan badai tiba, beruntung pas adegan gunung meletus tidak ada lava yang keluar dari langit-langit gedung. Efek ini cukup mengagetkan pengunjung yang serius menonton pertunjukan, gw langsung menyelamatkan kamera serta gadget karena gw pikir efek hujannya akan lama namun hanya 1 menit saja dan tidak begitu deras. Kurang lebih 25 menit kita menyasikkan pertunjukan theater, secara keseluruhan gw puas banget berada di wahana ini ya walaupun ditargetkan untuk anak-anak tapi gak ada salahnya kita nikmatin wahana ini sebagai Snack kita sebelum menikmati Main Course wahana ekstrim lainnya.